Wednesday, March 3, 2021

SEDIKIT TENTANG KESULITAN BELAJAR

 1.   Kesulitan belajar dapat diartikan sebagai suatu keadaan dimana siswa tidak bisa belajar atau membangun pengetahuannya sebagaimana mestinya. Ada dua faktor yang menyebabkan siswa mengalami kesulitan belajar. Yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal adalah faktor yang berasal dari diri siswa sendiri yang bersifat kognitif (pengetahuan dan IQ), bersifat akfektif (emosi, motivasi, minat, dll) dan psikomotorik (panca indera). Sementara itu faktor eksternal berasal dari luar diri siswa seperti lingkungan keluarga, lingkungan masyarakat, lingkungan sekolah yang temasuk lingkungan belajar dalam kelas, dan pemilihan strategi pembelajaran oleh guru atau manajemen kelas.

Friday, January 29, 2021

FILSAFAT PENDIDIKAN MATEMATIKA


Matematika membutuhkan Filsafat.
Pendidikan membutuhkan Filsafat.
Pendidikan Matematika tidak akan mampu memlepaskan diri dari Filsafat.
Filsafat menjawab pertanyaan tentang "Hakekat Pendidikan Matematika"

Berikut tulisan saya tentang Filsafat Pendidikan Matematika.

https://drive.google.com/open?id=16iSs0l2IpRbe9VaCcuU9TmkxZKrOKLIB

Semoga bisa memberikan sedikit pemahaman bagi pembaca. Filsafat Pendidikan Matematika


Saturday, December 15, 2018

IDEOLOGI-IDEOLOGI PENDIDIKAN

            Sampai sekarang masih terjadi perdebatan berkaitan dengan pengelompokan ideologi dalam pendidikan. Hal ini diakibatkan oleh perbedaan perspektif sistem formal dan perspektif proses empiris (Soeharto, 2010). Perbedaan perspektif ini terjadi sejak tahun 1960-an dan masih berlangsung hingga sekarang. Beberapa ahli membuat pengelompokannya berdasarkan pemahamannya sendiri,
Ideologi-ideologi yang dikemukakan oleh O’Neil dalam bukunya tentang “Ideologi-Ideologi Pendidikan” dapat ditarik layaknya sebuah pembaharuan pemikiran. Misalnya ideologi konservatif dapat direntang dari konservatif yang sangat konservatif hingga konservatif yang kurang konservatif dengan pemikiran tokohnya masing-masing. Sepertinya ini menunjukkan paham pendidikan yang terus berubah dari paham yang terikat oleh lembaga-lembaga pemerintah hingga pada kebebasan individu dalam menentukan sendiri apa yang ia ingin pelajari. Berkembang lebih jauh nampaknya mulai terlihat bahwa pemikiran konservatif dimana pendidikan diatur oleh pemerintah digabungkan dengan pemikiran bahwa pendidikan adalah kebebasan individu oleh kaum liberal hingga anarkisme. Hal memberikan pemikiran baru bahwa kebebasan perlu suatu pengaturan, maka lembaga pemerintah yang memegang aturan harus menjunjung tinggi kebebasan hak asasi manusia, yang dimana pemikiran ini lebih banyak tertuang pada paham demokrasi pendidikan. Berikut dijelaskan beberapa ideologi pendidikan mengacu pada tulisan Prof. Marsigit yang berjudul “Phylosopycal and Theoritical Ground of Mathematics Education”.

Wednesday, November 14, 2018

Menggapai Kebebasan dalam Berpikir

Akal adalah suatu anugrah yang hanya dimiliki oleh manusia dalam dunia sebagai ciptaan. Jika ciptaan yang lain diberikan otak, maka manusia adalah ciptaan dengan struktur otak yang paling baik. Dengan struktur itulah manusia bisa berakal. Hal inilah yang menjadikan manusia spesial dibandingkan dengan ciptaan lainnya. Menggapai akal adalah potensi manusia untuk berpikir.

Tuesday, November 6, 2018

Seminar? Kenapa tidak. Ikutlah!

Dulu saat S1 saya sangat malas dengan kegiatan-kegiatan yang bernuansa seminar. Mengapa? Saya merasa bahwa mengikuti seminar hanyalah kegiatan membuang-buang waktu. Sementara saya punya tugas, saya ingin tidur, mencari hiburan, dan melakukan apa saja yang saya senangi. Sementara di seminar, saya hanya duduk mendengar orang lain berbicara sesuatu yang tidak saya pahami, mengantuk, dan benar-benar membosankan. Mungkin rekan-rekan pun merasakan hal demikian.

Monday, October 29, 2018

GROUNDED THEORY : Review for some Questions



1.      Apa itu Grounded Theory (GT)?
Penelitian GT dikembangkan pertama kali oleh dua sosiolog, Barney Glaser dan Anselm Strauss melalui buku mereka yaitu The Discovery of Grounded Theory pada tahun 1967.. Glaser adalah seorang sosiolog dan sekaligus dosen di Colombia University dan University of California School of Nursing. Sedangkan Strauss merupakan sosiolog yang berprofesi sebagai Direktur Scocial Science Research, Institute for Psychiatric and Psychosomatic. Munculnya GT Glaser dan Strauss berpendapat bahwa peneliti membutuhkan sebuah metode yang membuat mereka bergerak dari data ke teori, jadi akan muncul sebuah teori baru. Awalnya penggunaan GT hanya untuk penelitian sosiologi, namun pada tahun 1978, Glaser memperluas penerapan GT untuk pedoman disertasi pada ilmu politik, kesejahteraan sosial, pendidikan, pendidikan kesehatan, bisnis dan administrasi, kesehatan masyarakat,, sosiologi pendidikan, keperawatan, perencanaan kota dan perencanaan wilayah, serta antropologi.