Saturday, December 15, 2018

IDEOLOGI-IDEOLOGI PENDIDIKAN

            Sampai sekarang masih terjadi perdebatan berkaitan dengan pengelompokan ideologi dalam pendidikan. Hal ini diakibatkan oleh perbedaan perspektif sistem formal dan perspektif proses empiris (Soeharto, 2010). Perbedaan perspektif ini terjadi sejak tahun 1960-an dan masih berlangsung hingga sekarang. Beberapa ahli membuat pengelompokannya berdasarkan pemahamannya sendiri,
Ideologi-ideologi yang dikemukakan oleh O’Neil dalam bukunya tentang “Ideologi-Ideologi Pendidikan” dapat ditarik layaknya sebuah pembaharuan pemikiran. Misalnya ideologi konservatif dapat direntang dari konservatif yang sangat konservatif hingga konservatif yang kurang konservatif dengan pemikiran tokohnya masing-masing. Sepertinya ini menunjukkan paham pendidikan yang terus berubah dari paham yang terikat oleh lembaga-lembaga pemerintah hingga pada kebebasan individu dalam menentukan sendiri apa yang ia ingin pelajari. Berkembang lebih jauh nampaknya mulai terlihat bahwa pemikiran konservatif dimana pendidikan diatur oleh pemerintah digabungkan dengan pemikiran bahwa pendidikan adalah kebebasan individu oleh kaum liberal hingga anarkisme. Hal memberikan pemikiran baru bahwa kebebasan perlu suatu pengaturan, maka lembaga pemerintah yang memegang aturan harus menjunjung tinggi kebebasan hak asasi manusia, yang dimana pemikiran ini lebih banyak tertuang pada paham demokrasi pendidikan. Berikut dijelaskan beberapa ideologi pendidikan mengacu pada tulisan Prof. Marsigit yang berjudul “Phylosopycal and Theoritical Ground of Mathematics Education”.