Tuesday, November 6, 2018

Seminar? Kenapa tidak. Ikutlah!

Dulu saat S1 saya sangat malas dengan kegiatan-kegiatan yang bernuansa seminar. Mengapa? Saya merasa bahwa mengikuti seminar hanyalah kegiatan membuang-buang waktu. Sementara saya punya tugas, saya ingin tidur, mencari hiburan, dan melakukan apa saja yang saya senangi. Sementara di seminar, saya hanya duduk mendengar orang lain berbicara sesuatu yang tidak saya pahami, mengantuk, dan benar-benar membosankan. Mungkin rekan-rekan pun merasakan hal demikian.

Ternyata tidak mengikuti seminar, tidak menjamin tugas saya selesai. 
Ternyata tidak mengikuti seminar, tidak menjamin saya tidur (istirahat).
Ternyata tidak mengikuti seminar, tidak menjamin saya mendapatkan hiburan.
Ternyata tidak mengikuti seminar, tidak menjamin saya melakukan apa yang saya senangi.
Bosan karena tidak mengerti? Bukankah itulah ilmu baru yang perlu saya tanyakan?

Itulah hasil dari refleksi yang saya temukan. 
Padahal dalam kondisi saya saat itu (dalam dunia akademisi) yang adalah pilihan saya untuk ditekuni justru seminar adalah gudangnya keuntungan bagi saya dan siapa saja didalamnya. Paling tidak ada 3 hal yang saya dan anda temukan ketika mengikuti seminar yaitu;

Ilmu Baru
Yaa.... ilmu baru. Pembicara yang dihadirkan adalah hasil selektif dari para panitia untuk menyajikan apa yang telah mereka lakukan. Dan itu adalah pengalaman mereka. Jadi kita akan banyak mendapatkan hal baru. Jika tidak pahami, itulah saatnya kamu bertanya. Tidak perlu malu atau takut. Terlihat "bodoh" namun menampung banyak ilmu lebih baik daripada terlihat pandai namun pulang dengan "tong kosong". Saya menjamin bahwa pasti kita akan menerima sesuatu yang baru dari pemaparan materi yang diberikan. Paling tidak, jika kamu sendang menulis penelitan, kamu akan mendapatkan data-data yang akan memperkuat dasar penelitianmu. Namun, jika belum menulis dan masih bingun mencari topik penelitian, kelas paralel akan menjawab hal itu. Kamu bisa melihat bagaimana orang menulis artikel penelitian dan itu akan merangsang ide-idemu.

Berjejaring
Sederhananya, menambah kawan atau mungkin jodoh. *eitss fokusss. 
Pengalaman saya adalah ketika dalam kelas paralel, saya mengajukan beberapa pertanyaan dan masukan. Setelah kelas paralel barakhir, ternyata banyak teman satu ruangan itu yang menghampiri dan berdiskusi. Akhirnya saya bisa mengenal mereka dan menerima ilmu dari mereka juga. Saya paling suka bila bercerita dengan teman yang memiliki jurusan berbeda dengan saya. Benar-benar banyak hal yang bisa saya temukan sebagai pengetahuan baru. Kita tidak tahu alasan mengapa kita bertemu dengan mereka kan? Bisa saja mereka justru menjadi bagian dari kesuksesanmu dimasa depanmu nanti.

Motivasi
Hal inilah yang sebenarnya sering saya cari dari mengikuti seminar. Ya, Motivasi. Cobalah berpikir, masakan iya mereka mampu menulis dan kamu tidak? Helooo.. Kita tidak beda dengan mereka kok. Saat kelas paralel, artikel yang disajikan rasanya tidak begitu sulit untuk dikerjakan. Hanya karena kita tak tahu bagaimana untuk memulainya saja, jadinya hal itu menjadi sulit. Nah, itulah yang bisa kita peroleh dari kelas paralel. 

Paling tidak kamu akan pulang dengan 3 hal positif di atas saat mengikuti seminar.
Apalagi kamu yang sedang menempuh perkuliahan baik di S1 ataupun S2. Menulis dan mempublish artikel akan menebalkan CV-mu. Percayalah.

*Sejak lama saya tak menulis artikel, esai, cerita, dan lain-lain sehingga mungkin tulisan ini memiliki konten yang cukup menarik namun tidak tersampaikann dengan baik. Mohon kritikan dan masukannya. Mohon doanya agar saya bisa mengasah lebih baik lagi dalam menulis. Terima kasih telah membaca.


No comments:

Post a Comment